Berita

Berita

Perbedaan antara transformator tipe kering dan transformator terendam oli

2026-02-10

I. Perbandingan Transformator Tipe Kering dan Transformator Terendam Oli:


1. Harga: Transformator tipe kering lebih mahal daripada transformator tipe terendam oli.


2. Kapasitas: Transformator terendam oli dengan kapasitas lebih besar lebih umum daripada transformator tipe kering.


3. Transformator tipe kering digunakan di gedung-gedung serbaguna (ruang bawah tanah, lantai, atap, dll.) dan daerah padat penduduk.


4. Transformator terendam oli digunakan di gardu induk independen.


5. Transformator di dalam gardu induk prefabrikasi umumnya berjenis kering.


6. Pasokan daya luar ruangan sementara umumnya menggunakan transformator terendam oli.


7. Pilihan antara transformator tipe kering dan transformator terendam oli harus didasarkan pada ruang yang tersedia selama konstruksi. Transformator terendam oli lebih disukai untuk ruang yang lebih besar, sedangkan transformator tipe kering lebih disukai untuk ruang yang lebih terbatas.


8. Transformator terendam oli lebih cocok untuk daerah dengan iklim lembap dan panas. Jika transformator tipe kering digunakan, peralatan pendingin udara paksa sangat penting. II. Perbedaan antara Transformator Tipe Kering dan Transformator Terendam Oli:


1. Penampilan: Enkapsulasinya berbeda. Transformator tipe kering memungkinkan pengamatan langsung inti dan kumparan, sedangkan transformator terendam oli hanya memungkinkan pengamatan selubung luarnya saja.


2. Jenis Timbal: Transformator tipe kering umumnya menggunakan bushing karet silikon, sedangkan transformator terendam oli umumnya menggunakan bushing porselen.


3. Kapasitas dan Tegangan: Transformator tipe kering umumnya cocok untuk distribusi daya, dengan kapasitas sebagian besar di bawah 1600 KVA dan tegangan di bawah 10 KV, meskipun beberapa mencapai 35 KV. Transformator terendam oli, di sisi lain, dapat dibuat dalam semua kapasitas dan tingkat tegangan. Jalur uji tegangan ultra tinggi 1000 KV yang saat ini sedang dibangun di negara saya pasti akan menggunakan transformator terendam oli.


4. Isolasi dan Disipasi Panas: Transformator tipe kering umumnya menggunakan isolasi resin dan mengandalkan pendinginan udara alami, dengan kapasitas yang lebih besar didinginkan oleh kipas. Transformator terendam oli mengandalkan oli isolasi untuk isolasi, dan sirkulasi oli isolasi di dalam transformator menghilangkan panas yang dihasilkan oleh kumparan ke heat sink (pelat) transformator untuk disipasi panas. 5. Lokasi Penggunaan: Transformator tipe kering sebagian besar digunakan di lokasi yang membutuhkan perlindungan terhadap kebakaran dan ledakan, dan umumnya ditemukan di gedung-gedung besar dan bertingkat tinggi. Transformator tipe oli, di sisi lain, sebagian besar digunakan di luar ruangan di lokasi dengan ruang yang tersedia untuk membangun tangki oli darurat, karena kebocoran atau tumpahan oli dapat menyebabkan kebakaran jika terjadi kecelakaan.


6. Kapasitas Beban yang Berbeda: Transformator tipe kering umumnya harus beroperasi pada kapasitas nominalnya, sedangkan transformator tipe oli memiliki kapasitas beban berlebih yang lebih baik.


7. Perbedaan Biaya: Untuk transformator dengan kapasitas yang sama, harga beli transformator tipe kering jauh lebih tinggi daripada transformator tipe oli.