Berita

Berita

Perbedaan antara transformator tipe kering dan transformator terendam oli

2026-02-09

Perbedaan terbesar antara transformator terendam oli dan transformator tipe kering adalah ada atau tidaknya "oli". Karena oli adalah cairan yang mudah mengalir, transformator terendam oli selalu memiliki selubung. Di dalam selubung terdapat oli transformator, yang merendam kumparan transformator, sehingga kumparan tidak terlihat dari luar. Transformator tipe kering, di sisi lain, tidak memiliki oli dan oleh karena itu tidak memerlukan selubung; kumparan langsung terlihat. Karakteristik lainnya adalah transformator terendam oli memiliki konservator oli yang berisi oli transformator, meskipun beberapa transformator terendam oli yang lebih baru tidak memiliki konservator ini.


Keduanya adalah transformator daya, yang berisi inti untuk rangkaian magnetik dan kumparan untuk rangkaian listrik. Perbedaan terbesar terletak pada penamaan "tipe minyak" versus "tipe kering". Artinya, mereka menggunakan media pendingin yang berbeda. Transformator terendam minyak menggunakan minyak transformator (dan minyak lain seperti minyak beta) sebagai media pendingin dan isolasi, sedangkan transformator tipe kering menggunakan udara atau gas lain seperti SF6 sebagai media pendingin. Transformator terendam minyak terdiri dari inti dan kumparan yang ditempatkan dalam tangki berisi minyak transformator. Transformator tipe kering biasanya membungkus inti dan kumparan dengan resin epoksi. Jenis yang lebih umum digunakan saat ini adalah jenis tanpa pembungkus, di mana kumparan dibungkus dengan kertas isolasi khusus yang diresapi dengan pernis isolasi khusus untuk mencegah penyerapan kelembapan oleh kumparan atau inti.


Transformator terendam oli memiliki radiator eksternal, seperti pendingin panas, yang dirancang untuk pembuangan panas yang mudah, khususnya untuk aliran dan pendinginan oli isolasi internal. Transformator tipe kering tidak memiliki radiator ini; pendinginannya bergantung pada kipas di bawah kumparan transformator.


Karena persyaratan keselamatan kebakaran, transformator terendam oli umumnya dipasang di ruang transformator terpisah atau di luar ruangan, sedangkan transformator tipe kering selalu dipasang di dalam ruangan, biasanya di ruang distribusi.


Dari segi produksi dan penggunaan, transformator tipe kering saat ini hanya mencapai tingkat tegangan 35kV, dan kapasitasnya lebih kecil daripada transformator terendam oli, sekitar 2500kVA. Selain itu, proses pembuatan transformator tipe kering lebih kompleks dan mahal daripada transformator terendam oli dengan tingkat tegangan dan kapasitas yang sama. Oleh karena itu, transformator terendam oli saat ini lebih banyak digunakan. Namun, karena ramah lingkungan, tahan api, dan tahan benturan, transformator tipe kering sering digunakan di lokasi pasokan dan distribusi daya dengan persyaratan tinggi, seperti hotel, gedung perkantoran, dan gedung bertingkat tinggi.


Jelas bahwa transformator tipe kering dan transformator berbahan bakar minyak masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Transformator berbahan bakar minyak murah dan mudah perawatannya, tetapi mudah terbakar dan meledak. Transformator tipe kering, karena ketahanan apinya yang baik, dapat dipasang di area pusat beban untuk mengurangi penurunan tegangan dan kehilangan daya. Namun, transformator tipe kering mahal, besar, memiliki ketahanan terhadap kelembaban dan debu yang buruk, dan berisik.


Selanjutnya, mari kita rangkum perbedaan-perbedaan yang disebutkan di atas menjadi tujuh poin berikut:


1. Penampilan: Kemasannya berbeda. Transformator tipe kering memungkinkan inti dan kumparan terlihat langsung, sedangkan transformator terendam oli hanya memungkinkan tampilan selubung luarnya saja.


2. Jenis Timbal: Transformator tipe kering umumnya menggunakan bushing karet silikon, sedangkan transformator terendam oli umumnya menggunakan bushing porselen.


3. Kapasitas dan Tegangan: Transformator tipe kering umumnya cocok untuk distribusi daya, dengan kapasitas sebagian besar di bawah 2000 kVA dan tegangan 10 kV ke bawah, meskipun beberapa mencapai 35 kV. Namun, transformator terendam oli dapat mencapai semua kapasitas dan tingkat tegangan yang dibutuhkan. Jalur tegangan ultra tinggi 1000 kV yang saat ini sedang dibangun di negara saya pasti akan menggunakan transformator terendam oli.


4. Isolasi dan Disipasi Panas: Transformator tipe kering umumnya menggunakan isolasi resin dan mengandalkan pendinginan udara alami, dengan kapasitas yang lebih besar didinginkan oleh kipas. Transformator terendam oli, di sisi lain, mengandalkan oli isolasi untuk isolasi. Sirkulasi oli isolasi di dalam transformator mentransfer panas yang dihasilkan oleh kumparan ke heat sink (pelat) transformator untuk disipasi panas. 5. Lokasi Penggunaan: Transformator tipe kering sebagian besar digunakan di lokasi yang membutuhkan perlindungan terhadap kebakaran dan ledakan, umumnya cocok untuk bangunan besar dan gedung bertingkat tinggi; sedangkan transformator terendam oli, karena potensi tumpahan atau kebocoran oli jika terjadi kecelakaan, yang dapat menyebabkan kebakaran, sebagian besar digunakan di luar ruangan di lokasi dengan ruang yang tersedia untuk tangki oli darurat.


6. Kapasitas Beban yang Berbeda: Transformator tipe kering umumnya harus beroperasi pada kapasitas nominalnya, sedangkan transformator terendam oli memiliki kapasitas beban berlebih yang lebih baik.


7. Perbedaan Biaya: Untuk transformator dengan kapasitas yang sama, harga beli transformator tipe kering jauh lebih tinggi daripada transformator tipe terendam oli.