I. Perbandingan Transformator Tipe Kering dan Transformator Terendam Oli:
1. Harga: Transformator tipe kering lebih mahal daripada transformator tipe terendam oli.
2. Kapasitas: Transformator terendam oli dengan kapasitas lebih besar lebih umum daripada transformator tipe kering.
3. Transformator tipe kering digunakan di gedung-gedung serbaguna (ruang bawah tanah, lantai, atap, dll.) dan daerah padat penduduk.
4. Transformator terendam oli digunakan di gardu induk independen.
5. Transformator di dalam gardu induk prefabrikasi umumnya berjenis kering.
6. Pasokan daya luar ruangan sementara umumnya menggunakan transformator terendam oli.
7. Pilihan antara transformator tipe kering dan transformator terendam oli harus didasarkan pada ruang yang tersedia selama konstruksi. Transformator terendam oli lebih disukai untuk ruang yang lebih besar, sedangkan transformator tipe kering lebih disukai untuk ruang yang lebih terbatas.
8. Transformator terendam oli lebih cocok untuk daerah dengan iklim lembap dan panas. Jika transformator tipe kering digunakan, peralatan pendingin udara paksa sangat penting. II. Perbedaan antara Transformator Tipe Kering dan Transformator Terendam Oli:
1. Penampilan: Metode enkapsulasi berbeda. Transformator tipe kering memungkinkan pengamatan langsung inti dan kumparan, sedangkan transformator terendam oli hanya memungkinkan pengamatan selubung luarnya saja.
2. Jenis Timbal: Transformator tipe kering umumnya menggunakan bushing karet silikon, sedangkan transformator terendam oli umumnya menggunakan bushing porselen.
3. Kapasitas dan Tegangan: Transformator tipe kering umumnya cocok untuk distribusi daya, dengan kapasitas sebagian besar di bawah 1600 KVA dan tegangan di bawah 10 KV, meskipun beberapa mencapai 35 KV. Transformator terendam oli, di sisi lain, dapat diproduksi dalam semua kapasitas dan tingkat tegangan. Jalur uji tegangan ultra tinggi 1000 KV yang saat ini sedang dibangun di negara saya pasti akan menggunakan transformator terendam oli.
4. Isolasi dan Disipasi Panas: Transformator tipe kering umumnya menggunakan isolasi resin dan mengandalkan pendinginan udara alami, dengan kapasitas yang lebih besar didinginkan oleh kipas. Namun, transformator terendam oli mengandalkan oli isolasi untuk isolasi. Sirkulasi oli isolasi di dalam transformator mentransfer panas yang dihasilkan oleh kumparan ke heat sink (pelat) transformator untuk disipasi panas. 5. Lokasi Penggunaan: Transformator tipe kering sebagian besar digunakan di lokasi yang membutuhkan perlindungan terhadap kebakaran dan ledakan, seperti gedung-gedung besar dan gedung-gedung tinggi. Transformator tipe oli, di sisi lain, sebagian besar digunakan di luar ruangan di lokasi dengan ruang yang tersedia untuk tangki oli darurat, karena tumpahan atau kebocoran oli dapat menyebabkan kebakaran.
6. Kapasitas Beban yang Berbeda: Transformator tipe kering umumnya harus beroperasi pada kapasitas nominalnya, sedangkan transformator tipe oli memiliki kapasitas beban berlebih yang lebih baik.
7. Perbedaan Biaya: Untuk transformator dengan kapasitas yang sama, transformator tipe kering jauh lebih mahal daripada transformator tipe oli.
III. Kerugian Beban: Karena produk tipe SCB menggunakan foil tembaga bebas oksigen dalam struktur foil tegangan rendahnya, produk ini memiliki kandungan tembaga yang tinggi dan sangat sedikit pengotor, sehingga menghasilkan kerugian tembaga yang sangat rendah. Transformator tipe oli memiliki kerugian tembaga yang lebih tinggi daripada transformator tipe SCB.
Untuk transformator dengan tingkat tegangan dan spesifikasi yang sama, produk tipe SCB memiliki kerugian tambahan rata-rata 5% lebih rendah daripada produk tipe oli karena efek kulit. IV. Kinerja Isolasi
Produk tipe SCB mengadopsi struktur foil tegangan rendah, menghasilkan gradien tegangan yang sangat rendah antar lapisan di dalam gulungan tegangan rendah. Dibandingkan dengan produk tipe oli, produk tipe SCB memiliki kekuatan isolasi yang lebih tinggi. Kapasitansi antar lilitan yang lebih besar meningkatkan ketahanannya terhadap tegangan lebih dan sambaran petir.
V. Perbedaan juga terdapat pada ketahanan terhadap kecelakaan korsleting mendadak.
Produk tipe SCB menggunakan struktur foil tembaga untuk lilitan tegangan rendah, dengan tinggi reaktansi yang sama dengan tinggi lilitan, identik dengan kumparan tegangan tinggi. Hal ini menghasilkan gaya hubung singkat aksial yang lebih kecil dalam kondisi hubung singkat mendadak pada transformator. Selain itu, karena seluruh lilitan menggunakan foil tunggal yang lebar dan tipis, ia memiliki ketahanan yang kuat terhadap kegagalan tarik aksial.
Produk tipe minyak, karena lilitan paralelnya yang banyak dan sudut heliks ujung yang sangat besar, menghasilkan medan magnet kebocoran ujung yang sangat kuat. Dalam kondisi korsleting mendadak, ini menghasilkan gaya korsleting yang sangat besar, dan jika strukturnya tidak cukup diperkuat, kerusakan aksial dapat dengan mudah terjadi.
